Kamis, 22 Maret 2018

12 Keutamaan Menjaga Lisan

  1. Memiliki kedudukan tinggi sebagai muslim
Keutamaan menjaga lisan yang pertama yakni menjadikan kita sebagai seorang muslim yang berkedudukan tinggi di mata Allah Ta’ala. Dengan menjaga lisan kita akan terhindar dari perkataan-perkataan dosa yang bisa berujung pada dosa.
Suatu hari Rasulullah Saw. ditanya, “Siapakah Muslim yang paling utama?” Beliau menjawab,“Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain.” (HR. Bukhari).
  1. Dijanjikan surga
Orang-orang yang mampu menjaga lisannya dari ucapan buruk dan tidak berguna juga dijanjikan surga oleh Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadist:
Dari Sahl bin Sa’ad ra., Rasulullah Muhammad saw bersabda: “Barangsiapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya – yakni mulut atau lidah – serta antara kedua kakinya – yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan syurga untuknya.” (HR. Al-Bukhari)
Baca juga:

  1. Dijauhkan dari neraka jahannam
Untuk pembicaraan yang tidak jelas maslahatnya, atau mungkin ia tidak memiliki ilmu dalam bidang tersebut, maka sebaiknya seorang hamba diam saja. Berbicara sesuatu yang salah atau buruk justru membuat ia terjerumus ke dalam neraka jahannam.                                                          
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (HR. Al-Bukhari)
  1. Dijauhkan dari kebinasaan
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang-orang yang berbicara tanpa berpikir dan tidak mampu menjaga lisannya, maka ia akan binasa di akhirat. Bahkan wajahnnya akan tersungkur dalam neraka.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berbincang dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu: “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi)
Baca juga:
  1. Meningkatkan iman
Seseorang yang banyak diamnya dan tak suka mengumbar ucapan yang sia-sia, biasanya ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk berpikir. Apabila ia berpikir tentang kebesaran Allah SWT, mengingat akan nikmat yang telah didapat, mengingat kematian, maka kadar keimanannya pun juga akan bertambah.
Menjaga lisan termasuk dalam perbuatan yang meningkatkan iman seseorang. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwasahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Baca juga:
  1. Amalan sedekah yang mendatangkan pahala
Perbuatan yang termasuk dalam menjaga lisan tidak hanya menjauhi perkataan berdosa ataupun diam. Tetapi juga menyampaikan kebaikan. Ketika seseorang mengucapkan sesuatu yang bermanfaat, seperti menyampaikan ayat-ayat Al-Quran atau dengan kata lain berdakwah lewat lisan, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala. Perbuatannya tersebut dianggap sebagai sedekah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
Dalam hadist lain, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
    1. Menghindari sifat keras hati
    Keutamaan menjaga lisan selanjutnya adalah untuk menghindari sifat keras hati. Umumnya seseorang yang banyak berbicara dan suka mengumbar-umbar perkataan dosa, hatinya dipenuhi dengan penyakit. Mereka itu orang-orang yang berhati keras. Tidak mudah menerima nasehat. Bahkan jika mendengar firman Allah (Al-Quran) hatinya sama sekali tak bergetar. Naudzubillah mindzalik.
    Dari Ibnu Umar ra., katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Janganlah engkau semua memperbanyak kata, selain untuk berzikir kepada Alloh Ta’ala, sebab sesungguhnya banyaknya pembicaraan kerasnya hati dan sesungguhnya sejauh – jauh manusia dari Alloh ialah yang berhati keras, yakni enggan menerima petunjuk baik.” (HR. At Tirmidzi)
    1. Menyelamatkan diri dari dosa
    Selain menunaikan sholat, puasa dan mengaji, cara lain untuk menyelamatkan diri dari dosa serta azab kubur yakni dengan menjaga lisan. Daripada mengunjing atau membicarakan sesuatu yang tak bermanfaat, akan lebih baik jika kita diam serambi memperbanyak istighfar.
    Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata, “Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau menjawab, “Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu dan tangisilah kesalahanmu”. (HR. Tirmidzi)
    1. Diangkat derajatnya oleh Allah SWT
    Menjaga lisan dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, berdizikir, mengucap asma-asma Allah Ta’ala dan berucap kebaikan-kebaikan akan membuat kita diridhai oleh Allah SWT. Dan Allah juga akan meninggikan derajat seseorang yang mampu menjaga lisannya.
    Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra, bahwasahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari).
    1. Memperoleh ridha Allah SWt di akhirat
    Keutamaan menjaga lisan juga membuat kita memperoleh ridha Allah Ta’ala di akhirat kelak. InsyaAllah kita akan mendapatkan surga dan dapat bertemu dengan Allah SWT.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.” (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Imam Malik dan Ahmad)
    1. Memperoleh keberuntungan di akhirat
    Selain ditinggikan derajatnya dan memperoleh ridha Allah SWT, orang-orang yang menjaga lisannya dari perkataan dusta, akan diberikan keberuntungan dan keselamatan di akhirat. Serta dijauhkan dari keburukan.
    Diriwayatkan oleh Khlaid bin Abi ‘Imran, bahwasahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda serambi memegang lisannya dalam waktu yang lama,“Semoga Allah merahmati seorang hamba, yang telah berkata benar maka ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar atau diam dari keburukan maka ia akan selamat.” (HR. Ibnu Al Mubarak)
    1. Menjaga lisan laksana emas
    Seseorang diharuskan berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Namun apabila ia masih tak mampu berbicara baik atau mungkin tak menguasai ilmunya, maka lebih baik ia diam. Tindakan diam bukanlah sesuatu yang bodoh. Justru diam itu lebih baik bagi seorang muslim. Bahkan Luqman Al Hakim mengibaratkan diam seperi emas. Begitu sangat berharga dan bernilai bagi kita.
    Wasiat Lukman Al Hakim kepada anaknya: “Anakku, tiada penyesalan sama sekali dalam diamku. Karena sesungguhnya jika berbicara laksana perak maka diam bagaikan emas”

    Senin, 05 Maret 2018

    SEMUA ADA MASANYA

    Masa, menurut kalian apa sih masa itu? . Masa kata anak fisika nih Dalam kehidupan sehari-hari, massa sering disebut sebagai berat.  keadaan yang sedang berajalan baik masa lalu atau pun masa sekarang yang sedang kita lakukan banyak orang yang ngegalau tentang sebuah masa, dimana mereka banyak memikirkan tentang masa yang sudah terlewati. Kemudian perbedaan dengan waktu adalah diartikan sebagai seluruh rangkaian saat ketika diproses, perbuatan atau keadaan berlangsung. Dalam hal ini skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan atau kejadian atau bisa juga lama berlangsungnya suatu kejadian *napaa jadi bahas pelajaran fisika –” * .
    Jadi intinya yang aku dapet dari masa dan waktu adalah mereka sama sama berjalan derdampingan dari lahir sampai dengan apa yang kita lakukan saat ini. Pastinya seiring berjalanya waktu banyak pelajaran banyak banyak problem yang harus kita hadapi tiap harinya. Kita hidup sebenarnya buat apa sih?? Buat nikmati dunia doang??? Awalnya pemikiran” kayak gitu banyak dikalangan anak muda jaman sekarang *termasuk aku dulu saat ABG maklum lah apa yang membuat kita mikir jadi seperti itu adalah kita lahir dijaman perkembangan teknologi yang saat ini sudah kita nikmati. Menurutku itu mungkin salah satunya karena aku sendiri juga merasakannya. Semua orang bebas memilih mau dia milih ke jalan a, b, c, z itu hak untuk mereka ngejalani hidup mereka masing” karena semua orang punya tujuan hidup untuk mereka mau mereka hidup normal, susah, ngedrama, dan apalah biarkan mereka yang menikmati hidup mereka. Tapi kebanyakan memang orang lain yang berkomentar, disitu kerap kali kita tidak pd menjadi diri kita sebenarnya, sehingga kita kadang lupa jadi diri sendiri dan nggak jujur pada diri sendiri. Salah satu pengalaman aku juga pernah ngerasain bagaimana bisa diterima dikalangan orang baru atau lingkungan yang baru. 

    ada beberapa cerita saat aku baru sadar dan nemuin sebuah kalimat ‘semua ada masanya’ . tapi, kebanyakan orang baru sadar setelah mereka mengalamai kejadian atau problem yang mereka punya, padahal kita sebagai makhluk hidup itu harus yakin bahwa semua yang ada didunia ini hanya lewat saja bersifat sementara. misalnya pernah ada hal menyenangkan dan ada pula yang membuat hati gundah bisa juga saat berpisah dan bertemu dengan orang kita sayangi. pernah ada kejadian ketika aku harus bisa move pada masa lalu *flashback*. memang awalnya saat kita beranjak pada suasana baru yang harus ngebuat dengan berat hati kita lepaskan adalah hal yang bisa dikatakan sedikit sulit. tapi dengan kita banyak berkegiatan punya banyak teman dan melakukan hal baru, itu akan gamapang ngelupain kejadian masalah yang ingin kita lupakan. mantapkan hati dan pikiran bahwa apa yang saat ini kita rasain itu semuanya gak akan lama. jika ada problem yang belum selesai atau sudah selesai, pasti akan ada pintu lagi yang menghalangi. tinggal kita pilih aja, mau berusaha ngebuka pintunya atau ngeloncati pintu itu. semua nya sebenarnya ada pada diri kita sendiri, jadi jika punya masalah jangan sering sangkut pautkan dengan orang lain apa lagi kalau ada masalah malah temanya yang kena getahnya. itu masalahmu, hadapi. karena semua pasti ada masanya…

    Jumat, 02 Maret 2018

    Cara Terbaik Merawat Wajah Berminyak

    1. Mencuci Tangan. ..
    2. Membersihkan Kulit Wajah. ...
    3. Gunakan Pelembab Wajah. ...
    4. Lakukan Pemijatan. ...
    5. Gunakan Masker. ...
    6. Minum Air Putih. ...
    7. Penuhi Nutrisi Kulit. ...
    8. Olahraga.

    UP1718AKPoint_Nurul Kholifah_XII AK 1