- Memiliki kedudukan tinggi sebagai muslim
Keutamaan menjaga lisan yang pertama yakni menjadikan kita sebagai
seorang muslim yang berkedudukan tinggi di mata Allah Ta’ala. Dengan
menjaga lisan kita akan terhindar dari perkataan-perkataan dosa yang
bisa berujung pada dosa.
Suatu hari Rasulullah Saw. ditanya, “Siapakah Muslim yang paling utama?” Beliau menjawab,“Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain.” (HR. Bukhari).
- Dijanjikan surga
Orang-orang yang mampu menjaga lisannya dari ucapan buruk dan tidak
berguna juga dijanjikan surga oleh Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan
dalam suatu hadist:
Dari Sahl bin Sa’ad ra., Rasulullah Muhammad saw bersabda: “Barangsiapa
yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada
di antara kedua tulang rahangnya – yakni mulut atau lidah – serta
antara kedua kakinya – yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan
syurga untuknya.” (HR. Al-Bukhari)
Baca juga:
- Dijauhkan dari neraka jahannam
Untuk pembicaraan yang tidak jelas maslahatnya, atau mungkin ia tidak
memiliki ilmu dalam bidang tersebut, maka sebaiknya seorang hamba diam
saja. Berbicara sesuatu yang salah atau buruk justru membuat ia
terjerumus ke dalam neraka jahannam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya
seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang
dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka
Jahannam.” (HR. Al-Bukhari)
- Dijauhkan dari kebinasaan
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang-orang yang berbicara tanpa
berpikir dan tidak mampu menjaga lisannya, maka ia akan binasa di
akhirat. Bahkan wajahnnya akan tersungkur dalam neraka.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berbincang dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu: “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku:
“Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda,
“Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut
(disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka
engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya di dalam
neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi)
Baca juga:
- Meningkatkan iman
Seseorang yang banyak diamnya dan tak suka mengumbar ucapan yang
sia-sia, biasanya ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk berpikir.
Apabila ia berpikir tentang kebesaran Allah SWT, mengingat akan nikmat
yang telah didapat, mengingat kematian, maka kadar keimanannya pun juga
akan bertambah.
Menjaga lisan termasuk dalam perbuatan yang meningkatkan iman
seseorang. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwasahnya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Baca juga:
- Amalan sedekah yang mendatangkan pahala
Perbuatan yang termasuk dalam menjaga lisan tidak hanya menjauhi
perkataan berdosa ataupun diam. Tetapi juga menyampaikan kebaikan.
Ketika seseorang mengucapkan sesuatu yang bermanfaat, seperti
menyampaikan ayat-ayat Al-Quran atau dengan kata lain berdakwah lewat
lisan, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala. Perbuatannya
tersebut dianggap sebagai sedekah. Sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wassalam:
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
Dalam hadist lain, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
- Menghindari sifat keras hati
Keutamaan menjaga lisan selanjutnya adalah untuk menghindari sifat
keras hati. Umumnya seseorang yang banyak berbicara dan suka
mengumbar-umbar perkataan dosa, hatinya dipenuhi dengan penyakit. Mereka
itu orang-orang yang berhati keras. Tidak mudah menerima nasehat.
Bahkan jika mendengar firman Allah (Al-Quran) hatinya sama sekali tak
bergetar. Naudzubillah mindzalik.
Dari Ibnu Umar ra., katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Janganlah
engkau semua memperbanyak kata, selain untuk berzikir kepada Alloh
Ta’ala, sebab sesungguhnya banyaknya pembicaraan kerasnya hati dan
sesungguhnya sejauh – jauh manusia dari Alloh ialah yang berhati keras,
yakni enggan menerima petunjuk baik.” (HR. At Tirmidzi)
- Menyelamatkan diri dari dosa
Selain menunaikan sholat, puasa dan mengaji, cara lain untuk
menyelamatkan diri dari dosa serta azab kubur yakni dengan menjaga
lisan. Daripada mengunjing atau membicarakan sesuatu yang tak
bermanfaat, akan lebih baik jika kita diam serambi memperbanyak
istighfar.
Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata, “Aku bertanya, wahai
Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau menjawab, “Kuasailah
lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu dan tangisilah kesalahanmu”. (HR. Tirmidzi)
- Diangkat derajatnya oleh Allah SWT
Menjaga lisan dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, berdizikir,
mengucap asma-asma Allah Ta’ala dan berucap kebaikan-kebaikan akan
membuat kita diridhai oleh Allah SWT. Dan Allah juga akan meninggikan
derajat seseorang yang mampu menjaga lisannya.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra, bahwasahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam “Sesungguhnya
seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai
Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat
derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari).
- Memperoleh ridha Allah SWt di akhirat
Keutamaan menjaga lisan juga membuat kita memperoleh ridha Allah
Ta’ala di akhirat kelak. InsyaAllah kita akan mendapatkan surga dan
dapat bertemu dengan Allah SWT.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya
seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia
tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah),
lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan
Allah.” (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Imam Malik dan Ahmad)
- Memperoleh keberuntungan di akhirat
Selain ditinggikan derajatnya dan memperoleh ridha Allah SWT,
orang-orang yang menjaga lisannya dari perkataan dusta, akan diberikan
keberuntungan dan keselamatan di akhirat. Serta dijauhkan dari
keburukan.
Diriwayatkan oleh Khlaid bin Abi ‘Imran, bahwasahnya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda serambi memegang lisannya dalam
waktu yang lama,“Semoga Allah merahmati seorang hamba, yang telah
berkata benar maka ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar atau
diam dari keburukan maka ia akan selamat.” (HR. Ibnu Al Mubarak)
- Menjaga lisan laksana emas
Seseorang diharuskan berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara.
Namun apabila ia masih tak mampu berbicara baik atau mungkin tak
menguasai ilmunya, maka lebih baik ia diam. Tindakan diam bukanlah
sesuatu yang bodoh. Justru diam itu lebih baik bagi seorang muslim.
Bahkan Luqman Al Hakim mengibaratkan diam seperi emas. Begitu sangat
berharga dan bernilai bagi kita.
Wasiat Lukman Al Hakim kepada anaknya: “Anakku, tiada penyesalan
sama sekali dalam diamku. Karena sesungguhnya jika berbicara laksana
perak maka diam bagaikan emas”
Masa,
menurut kalian apa sih masa itu? . Masa kata anak fisika nih Dalam
kehidupan sehari-hari, massa sering disebut sebagai berat. keadaan
yang sedang berajalan baik masa lalu atau pun masa sekarang yang sedang
kita lakukan banyak orang yang ngegalau tentang sebuah masa, dimana
mereka banyak memikirkan tentang masa yang sudah terlewati. Kemudian
perbedaan dengan waktu adalah diartikan sebagai seluruh rangkaian saat
ketika diproses, perbuatan atau keadaan berlangsung. Dalam hal ini skala
waktu merupakan interval antara dua buah keadaan atau kejadian atau
bisa juga lama berlangsungnya suatu kejadian *napaa jadi bahas pelajaran
fisika –” * .
Jadi intinya yang aku dapet dari masa dan
waktu adalah mereka sama sama berjalan derdampingan dari lahir sampai
dengan apa yang kita lakukan saat ini. Pastinya seiring berjalanya waktu
banyak pelajaran banyak banyak problem yang harus kita hadapi tiap
harinya. Kita hidup sebenarnya buat apa sih?? Buat nikmati dunia
doang??? Awalnya pemikiran” kayak gitu banyak dikalangan anak muda jaman
sekarang *termasuk aku dulu saat ABG maklum lah apa yang membuat kita
mikir jadi seperti itu adalah kita lahir dijaman perkembangan teknologi
yang saat ini sudah kita nikmati. Menurutku itu mungkin salah satunya
karena aku sendiri juga merasakannya. Semua orang bebas memilih mau dia
milih ke jalan a, b, c, z itu hak untuk mereka ngejalani hidup mereka
masing” karena semua orang punya tujuan hidup untuk mereka mau mereka
hidup normal, susah, ngedrama, dan apalah biarkan mereka yang menikmati
hidup mereka. Tapi kebanyakan memang orang lain yang berkomentar, disitu
kerap kali kita tidak pd menjadi diri kita sebenarnya, sehingga kita
kadang lupa jadi diri sendiri dan nggak jujur pada diri sendiri. Salah
satu pengalaman aku juga pernah ngerasain bagaimana bisa diterima
dikalangan orang baru atau lingkungan yang baru.
ada beberapa cerita saat aku baru sadar dan nemuin sebuah kalimat ‘semua ada masanya’ . tapi,
kebanyakan orang baru sadar setelah mereka mengalamai kejadian atau
problem yang mereka punya, padahal kita sebagai makhluk hidup itu harus
yakin bahwa semua yang ada didunia ini hanya lewat saja bersifat
sementara. misalnya pernah ada hal menyenangkan dan ada pula yang
membuat hati gundah bisa juga saat berpisah dan bertemu dengan orang
kita sayangi. pernah ada kejadian ketika aku harus bisa move pada masa
lalu *flashback*. memang awalnya saat kita beranjak pada suasana baru
yang harus ngebuat dengan berat hati kita lepaskan adalah hal yang bisa
dikatakan sedikit sulit. tapi dengan kita banyak berkegiatan punya
banyak teman dan melakukan hal baru, itu akan gamapang ngelupain
kejadian masalah yang ingin kita lupakan. mantapkan hati dan pikiran
bahwa apa yang saat ini kita rasain itu semuanya gak akan lama. jika ada
problem yang belum selesai atau sudah selesai, pasti akan ada pintu
lagi yang menghalangi. tinggal kita pilih aja, mau berusaha ngebuka
pintunya atau ngeloncati pintu itu. semua nya sebenarnya ada pada diri
kita sendiri, jadi jika punya masalah jangan sering sangkut pautkan
dengan orang lain apa lagi kalau ada masalah malah temanya yang kena
getahnya. itu masalahmu, hadapi. karena semua pasti ada masanya…
- Mencuci Tangan. ..
- Membersihkan Kulit Wajah. ...
- Gunakan Pelembab Wajah. ...
- Lakukan Pemijatan. ...
- Gunakan Masker. ...
- Minum Air Putih. ...
- Penuhi Nutrisi Kulit. ...
- Olahraga.